Tokyo Revengers & Kultur Baku Hantam Pelajar Indonesia

Pernah terpikir mengapa serial Tokyo Revengers bisa memiliki popularitas yang luar biasa di Indonesia? Bahkan anime yang tayang di YouTube Muse Indonesia kerap memasuki trending Youtube, dan selalu di atas 1 juta viewers per episodenya.

Popularitas dari serial ini tidak hanya berkat hadirnya kecermatan narasi cerita, maupun desain karakter yang menarik. Terlebih, bagi penonton Indonesia sendiri, serial Tokyo Revengers seakan menjadi refleksi yang di dalamnya terdapat keterkaitan antara sisi gelap dan kultur pelajar sekolah di Indonesia secara umum.

KARENA TAWURAN DAN BAKU HANTAM ADALAH SEBUAH TRADISI

Negeri kita tidak pernah lepas dari yang namanya baku hantam dan tawuran. Mau itu pelajar, penggemar sepak bola, hingga masyarakat umum, semuanya pernah merasakan ribut di jalanan yang menimbulkan korban dan kerugian. Seakan telah menjadi sebuah tradisi, ribut-ribut antar golongan ini sudah menjadi kelaziman yang anehnya malah dilestarikan.

Tokyo Revengers, membawa penonton Indonesia merefeklesikan kelaziman tersebut yang terjadi di negeri ini. Secara tidak disengaja, apa yang ditampilkan oleh serial ini seakan terlihat personal, dan membuat kita terasa dekat. Meski hal yang membuat kita dekat itu adalah hal yang tidak bermoral, tetapi permasalahan personal tidak melulu harus dikaitkan dengan moralitas, selama itu memberikan kita nostalgia atau sarana pengingat, maka kita akan tetap dapat merasakan kenyamanan saat menikmatinya.

MASA SEKOLAH ADALAH MASA YANG PALING MENYENANGKAN!

Kita akan sepakat. Bahwa memang ada sebuah sisi di mana Tokyo Revengers berhasil memberikan sebuah gambaran masa sekolah yang menyenangkan meski harus dipenuhi dengan pertarungan yang menghasilkan luka.

Tokyo Revengers memberikan kita kembali pengalaman sekolah tentang persahabatan, pengorbanan, solidaritas dan tentunya kisah cinta, yang mungkin sebagian orang pernah rasakan.

Seperti sebuah kapsul waktu, Tokyo Revengers membawa kita merasakan pengalaman menyenangkan itu lagi, apalagi teruntuk mereka yang masih bersekolah, tetapi tidak bisa bertatap muka karena pandemi. Pasti akan merasakan kerinduan itu dengan dalam!

Penulis: PN Media