Semesta di Animanga yang Ramah Terhadap Tukang Plagiat

Sebagai suatu media baru yang cukup fafifu wasweswos di jagad wibu, PN Media kemarin malah kecolongan dengan terlanjur dinaikkannya tulisan yang seakan seksi namun ndilalah hanyalah bentuk KW dari tulisan di platform fafifu wasweswos lain. Padahal menulis di PN Media itu tak dibayar dan tentu tak punya pride yang setara bila cerpen kita tembus Harian Kompas, apalagi masuk antologinya. Mungkin ybs sudah kebelet pamer ke teman seperayunannya kalau dirinya bisa berkarya.

Tapi sebenarnya ada hal yang agak sedikit menggelitik bila kita menilik perlakuan kita para penikmat kultur animanga pada karakter tukang penjiplak atau plagiat. Tak ada rasa jijik atau pandangan rendah pada karakter- karakter hasil goresan jemari para author itu.

Di sini saya mengambil tiga contoh paling mashyur tentang karakter tukang jiplak. Pertama tentu Kades keenam Desa Lindungan Daun, Hatake Kakashi. Kemudian salah satu member asosiasi ayah nir-tanggung jawab, Ging Freecs dan tentu saja yang paling mutakhir womanizer kelas terkutuk, Okkotsu Yuta.

Kakashi punya reputasi sangat mentereng di kalangan ninja di segala penjuru. Berkat hibah sharingan dari Obito yang sedang sekarat akibat tergencet batu, Kakashi yang memang sudah jenius sejak belia ini berkembang menjadi seseorang yang bertitel Copy Ninja Kakashi. Visi istimewa sharingan memungkinkan Kakashi meniru segel-segel jutsu lawannya sekaligus dapat menggunakan jutsu dari kelima elemen dasar.

Serta tak ketinggalan ia juga mampu memaksimalkan sharingan yang secara natural bukan bagian dari tubuhnya. Kakashi hanya punya kesempatan sekali untuk menggunakan Susano’o namun itu cukup baginya untuk langsung menyempurnakan salah satu jutsu paling jatmika milik klan Uchiha.

Berbeda dengan Kakashi yang referensi tentang tindak laku penjiplakannya sudah panjang, masih sangat sedikit jejak untuk Ging Freecs dan Okkotsu Yuta.

Kita baru tahu kemampuan Ging si Babi ini setelah berakhirnya acara pemilihan Presiden Hunter dan mendapat tabokan jarak jauh dari Leorio. Togashi-sensei mempertontonkan kemampuan Ging ini ketika sang Hunter Spesialis Arkeologi memutuskan melakukan penetrasi ke markas gerombolan Beyond Netero dan menemui Pariston Hill.

Ging mengakui mudah baginya meniru model serangan yang asal tabok macam milik Leorio. Ging bahkan mampu membuat teknik bikinan Leorio jadi lebih mengerikan dengan sekali analisa. Pun ketika dengan mudahnya ia menggunakan metode yang dikembangkan Leorio menggantikan gelombang ultrasonik dengan nen untuk keperluan dokter mendiagnosis pasien. Padahal tak sekalipun Leorio unjuk kebolehan skilnya itu pada Ging.

Sedangkan kemampuan mimikri Yuta baru di-reveal baru-baru ini saja oleh Akutami-sensei. Pria berwajah sayu nan sendu tapi punya energi kutukan melimpah ini sudah dua kali ditunjukkan meniru teknik kutukan berbasis kata-kata milik Inumaki Toge.

Padahal seperti halnya sharingan, teknik cursed speech selama ini hanya diwariskan turun temurun dalam klan Inumaki saja. Serta ia mampu memanifestasikan shikigami via rambut sama seperti Dhruv Lakdawala.

Dari ketiganya tentu kita tahu bahwa meniru jurus orang lain tak membuat karakter-karakter itu menjadi kapiran dan rendah di masyarakat. Justru derajat mereka manjadi jenius sebab dianggap mampu meniru bahkan menyempurnakan jurus yang oleh si empunya butuh waktu lama untuk dikuasai dalam waktu lebih singkat. Pasti ada rasa dongkol sih bagi si lawan yang jurusnya dijiplak oleh orang-orang itu.

Tapi tentu perbedaan terbesar antar orang-orang itu tak pernah mendaku bahwa jurus-jurus hasil jiplakannya itu sebagai kepunyaannya. Kakashi tak pernah mengklaim Rasengan sebagai ciptaannya, begitu pula Ging yang menaruh hormat pada Leorio. Mungkin dalam hal riset yang sedikit mirip dengan membuat tulisan, Orochimaru tak sekalipun berkoar bahwa Edo Tensei adalah magnum opus miliknya.

Tak ada salahnya kita mengambil inspirasi dari mana pun dari siapa pun. Tapi harus pula bersikap jujur layaknya ketiga karakter di atas. Menjiplak karya orang lain secara sengaja dan mengklaim sebagai hasil keringatnya sendiri tak ubahnya kebodohan Boruto mengambil jalan pintas memakai peralatan ninjutsu di ujian chunin.

Penulis: Reza Kurnia Rahmatullah

Masih long live pembaca One Piece meski Gomu-Gomu no Mi hanyalah hoax. Sapa saja twitter @rkr_47 atau ig @rezakurnia_r