Great Pretender: Karena Menipu Adalah Seni Perlawanan

Seni menipu saat ini mungkin telah terdegradasi berkat maraknya para penipu kroco tanpa skill, yang hanya bermodalkan gadget untuk menjatuhkan targetnya dengan iming-iming uang, benefit tidak masuk akal, serta hanya memetingkan kepentingan pribadi.

Padahal, menipu bukan sekadar teknik persuasif biasa, melainkan sebuah seni; yakni seni perlawanan yang menjunjung kapasitas intelektual dalam menyusun strategi yang matang dengan tujuan mencapai kepentingan bersama.

Sayangnya, saat ini seni menipu telah menjadi seni yang payah semenjak lahirnya para penipu kroco yang hanya mengejar target masyarakat biasa demi keuntungan individu, sehingga menipu bukan lagi sebuah seni perlawanan, melainkan hanya sebatas motif memperkaya diri dengan merugikan orang-orang yang tak bersalah.

Dalam anime Great Pretender, para confidence mencoba membersihkan seni menipu yang telah terdegradasi itu agar kembali ke-khittah-nya, yakni menjadikan seni menipu sebagai sebuah seni perlawanan terhadap kaum elit borjuasi yang mengeksploitasi kekayaan dengan cara yang korup.

Anime Great Pretender diprakarsai oleh protagonis bernama Edamura Makoto. Seorang pengangguran yang memproklamirkan dirinya se- bagai penipu terhebat di seantereo Jepang. Padahal, penipuan yang dijalaninya hanyalah penipuan kelas teri; yang hanya memetingkan keuntungan pribadi dan merugikan orang-orang lemah.

Sampai akhirnya, ia bertemu dengan Laurent Thiery, pria Belgia yang menjadi bagian dari Team Confidence yang dikenal sebagai sindikat Penipu Internasional. Laurent merekrut Edamura untuk merasakan seni menipu yang sebenarnya, dan bukan lagi menjadi penipu kelas teri yang hanya mengincar rakyat kecil, melainkan menipu elit borjuis kriminal yang memperkaya diri dengan merugikan orang lain.

Misi mereka hanya satu: yakni menipu target sampai seluruh hartanya habis, sehingga dari situ sang target akan mendapatkan karma dari tindakan korupsi mereka.

Target para confidence bukan sekadar target biasa, target mereka adalah orang-orang kaya yang mengeksploitasi kekayaan mereka dengan merugikan orang-orang lain; seperti mafia narkoba di Hollywood, Pangeran Dubai yang mengatur sebuah kompetisi balap udara, juru lelang tamak, hingga perusahaan perdagangan manusia.

Tak ayal, setiap menjalankan kasus untuk menipu sang target, isu-isu sosial begitu kental melapisi cerita anime yang tergambarkan melalui visual maupun dialog antar tokoh; seperti nilai-nilai kesetaraan serta keadilan, emansipasi wanita, perbudakan modern dan hak asasi manusia.

Great Pretender memberikan sebuah pemaknaan yang menarik tentang seni menipu yang tergambarkan bahwa seni ini pada akhirnya bukan hanya dinilai simplistis sebagai seni kotor yang digunakan untuk kepentingan pribadi semata, melainkan seni perlawanan terhadap kapitalis, elit politik. hingga borjuis kaya yang korup dan suka mengeksploitasi orang lain.

Penulis: Pikri Alamsyah