Menuju Merdeka 100% Bersama Eren Yeager dan Leluoch

Lelouch adalah seorang Pangeran Britania yang ditelantarkan ke Jepang sewaktu kecil. Selang beberapa bulan dia dibuang, selayaknya takdir aneh yang mengikat; kerajaan asalnya, Britania langsung membombardir Jepang dan menyebarkan sayap imperialismenya ke negeri matahari terbit itu.

Dimulai dari situ, Lelouch yang merupakan pangeran Britania bertekad ingin membebaskan Jepang dari belenggu imperialisme yang dilakukan oleh negeri asalnya.

Eren Yeager, seorang remaja yang ingin merasakan kebebasan, dikarenakan Eren sadar sebenarnya Negara yang dia tinggali terasa seperti penjara. Masyarakat Eldia harus hidup di dalam tembok dengan ketidakpastian yang menyergap mereka; dikarenakan adanya teror dari dunia luar melalui titan yang dikirimkan oleh bangsa Marley.

Kesamaan Nasib

Eren dan Lelouch mempunyai kesamaan nasib yang sangat berperan di dalam alur cerita, mereka harus melihat kematian ibu mereka di depan matanya sendiri yang akhirnya menjadi salah satu alasan besar terbentuknya tekad awal mereka.

Lelouch

Dari segi pembangunan karakter, kita akan diperlihatkan tentang pergeseran idealisme Lelouch dari waktu ke waktu. Dikarenakan di tengah petualangannya, dia menemukan banyak realitas melalui kebenaran-kebenaran lainnya yang dia temukan.

Mencoba membedah sifat alamiah manusia yang dipenuhi keinginan saling menguasai satu sama lain memang tidak semudah membedakan warna hitam dan putih; melihat kompleksnya rantai kebencian manusia yang ada, tentunya itu disebabkan melalui berbagai alasan yang mungkin saja hanya berdasarkan sifat egosentris dari manusia itu sendiri.

Lelouch pun awalnya juga manusia yang seperti itu; melihat dunia yang ideal hanya melalui kebenaran tunggal yang dia yakini. Akan tetapi seiring banyak kejadian yang telah dia alami, Lelouch akhirnya mengerti bahwa menghancurkan suatu sumber kebencian dengan kebencian lain tidak akan cukup untuk menghentikan siklus yang tentunya sudah mendarah daging.

Lelouch akhirnya mengubah idealismenya dengan membentuk sebuah paradoks; dari awalnya ingin menjadi pahlawan yang melepaskan manusia dari kebencian melalui perlawanan terhadap sumber kebencian itu; berubah menjadi musuh semua manusia di bumi demi menanggung seluruh kebencian umat manusia yang akan ditujukan kepadanya.

Eren Yeager

Di sisi lain, pembangunan karakter Eren pada awalnya juga mempunyai idealisme yang ingin membasmi seluruh titan yang ada di muka bumi demi membalaskan dendam kematian ibunya, yang juga bertujuan agar tidak ada lagi manusia yang terbunuh oleh titan.

Akan tetapi, menjelang akhir cerita, Eren malah membunuh manusia menggunakan kekuatan titan yang dimilikinya. Perbuatan Eren memang terkesan seperti balas dendam selepas mengetahui kebenaran sejarah peradaban manusia yang telah disembunyikan bertahun-tahun lamanya.

Tapi, Eren melakukan hal tersebut dikarenakan ia hanya menjalankan nubuat dari takdir yang mengikat dirinya untuk menghentikan rantai kebencian manusia yang terus menerus berlanjut tiada henti; melalui cara yang sama seperti Lelouch, yaitu dengan menanggung kebencian umat manusia seluruhnya agar terlampiaskan ke dalam dirinya.

Kompleksitas Dunia

Anime Attack On Titan dan Code Geass menggambarkan sebuah sistem dunia sebagai suatu realitas yang abu-abu; yang bisa didefinisikan dengan berbagai macam sudut pandang dan interpretasi. Sehingga perlunya melihat banyak pertimbangan dengan cara yang objektif.

Hal tersebut memang terlihat kompleks, tapi tentu itu semua adalah realitas yang harus kita yakini bersama; bahwa mereka semua yang melakukan perbuatan buruk pastinya memiliki suatu alasan. Ada yang melakukannya karena doktrin sejarah palsu, perlindungan diri, tekad nasionalisme, propaganda bodoh; dan ada pula karena keinginan untuk berkorban demi kemaslahatan umum. Yang tentunya, perihal itu bisa dianggap sebagai sesuatu yang “buruk” atau malah “baik”, tergantung bagaimana perspektif kita terhadap fenomena tersebut.

Notabel Note

Eren dan Lelouch adalah karakter yang mempunyai kesadaran di atas kesadaran manusia lain, sehingga perkembangan karakter mereka terdesain melalui nilai universal; yang mana kita bisa bebas menilainya sebagai hero, anti-hero atau malah villain sekali pun.

Entah caranya benar atau salah, yang pasti mereka berdua melakukan hal itu karena mereka melihat adanya kebaikan yang dapat dicapai manusia, meski harus melalui pengorbanan besar dalam menjalankan takdir ironisnya.

Penulis: Irland Hadyan