Mengenal Sifat Manusia Bersama DICE

Dice merupakan komik webtoon yang menceritakan kisah seorang anak remaja bernama Dongtae. Awalnya Dongtae adalah anak yang memiliki banyak kekurangan dari segi fisik, intelektual, kepribadian maupun mental. Dongtae selalu dipandang sebelah mata oleh teman-teman sekolahnya dan selalu menjadi korban bullying karna dianggap sosok manusia yang gagal.

Sampai pada suatu dia menemukan sebuah dadu yang mengubah ke- hidupannya 360 derajat berbeda dari kehidupan yang sebelumnya. Dengan menjadi seorang Dicer, Dongtae akhirnya menjadi sosok yang dianggap layak bahkan sempurna oleh manusia pada umumnya.

Dice di sini merupakan dadu yang dapat merubah kehidupan dan meningkatkan kemampuan manusia menjadi sempurna dari berbagai aspek; fisik, intelektual, maupun mental. Dengan menjadi seorang player yang mengumpulkan dadu melalui misi-misi yang dia dapatkan setiap harinya, kemudi- an dadu itu ditukarkan untuk meningkat- kan diri.

Dalam cerita ini Yun Hyunseok (Author) menunjukan sebuah bias manu- sia tentang kesempurnaan. Manusia selalu ingin menjadi sosok yang lahir tanpa cacat karena mereka menggap bahwa kesempurnaan adalah ori- entasi dari kebahagiaan yang sejati.

Padahal kalau kita telaah lagi, sebenarnya adanya kekurangan dan kes- empurnaan itu adalah bentuk sebuah keseimbangan, jika seluruh manu- sia menjadi sosok yang sempurna, maka esensi kesempurnaan itu akan hilang, karna kita sudah tidak mempunyai parameter yang jelas tentang kesempurnaan.

Dari banyaknya Dicer tidak banyak yang memiliki idealis untuk membangun kepentingan bersama, kebanyakan dari mereka menjadi Dicer hanya karena ingin memenuhi hasrat akan kesempur- naan hidup yang menurut mereka itu adalah sebuah kebahagiaan yang hakiki. Mereka harus mengorbankan nyawa orang lain demi menjalankan misi dan mendapatkan sejumlah dadu yang nan- tinya dadu itu akan digunakan untuk meningkatkan diri mereka sendiri atau demi mencapai kepentingannya.

Pada pertengahan cerita Dongtae sadar sebenarnya manusia yang ikut dalam permainan Dice ini hanyalah boneka yang sedang dipermainkan oleh X (Game master) dan mereka sudah terlanjur jatuh ke dalam candu akan kesempur- naan hidup. Dongtae Pun dari sini bisa mengenali keinginan manusia yang memiliki hasrat akan selalu ingin terlihat bagus, disan- jung, dan selalu menang.

Dan Dongtae pun akhirnya ingin menga- khiri perpecahan yang dibuat oleh X dengan cara mengalahkannya kemudian Dongtae bisa mendapatkan Dice terkuat untuk membuat dunia ideal yang di mana manusia bisa hidup di dunia tanpa adanya ketimpangan.

Dari cerita ini kita bisa melihat sifat buruk manusia yang terjadi karena sebuah keniscayaan, dan bukannya kebetulan. Bagaimana mungkin kita bisa menolak sebuah keniscayaan karena itu adalah sifat alami yang kita miliki. Kita memang tidak bisa menafikan hal itu.

Akan tetapi kita sebagai manusia bisa mengontrol atau menahan diri dari nafsu yang bersifat egosentrik. Karena kita umat manusia mempunyai sebuah keunggulan yang tidak dimiliki oleh makhluk hidup lain di alam se- mesta ini yaitu akal dan hati nurani.

Penulis: Irlan Hadyan