Eren Yeager Memang Spesial Tapi Bukan Yang Terbaik

Sebagian orang menganggap ketika manusia dilahirkan, maka manusia itu telah merayakan kebebasan. Tapi sejatinya, kebebasan itu malah membelenggu manusia untuk mencari kebebasan yang lain.

Eren adalah salah satu yang mencari kebebasan lain itu dalam dunianya yang dipenuhi oleh mala-ladang konflik, kebengisan dan pengkhianatan. la mencari-cari jawaban dari pertanyaannya yang dipikirkannya sejak kecil, yang akhirnya ditemukannya saat ia bersentuhan dengan tangan seorang Ratu, yang mana itu membawanya ke dalam jawaban kebebasan sejati yang selama ini dicari olehnya.

Eren mungkin memandang dunia ini bukan sebagai les meilleur des mondes possibless-dunia terbaik dari semua dunia yang mungkin tapi dari kekurangan dunia yang ditinggalinya, setidaknya ia menemukan tempatnya bersama dengan orang-orang yang ia cintai.

Oleh karena itulah tujuannya yang pada awalnya hanya berisikan dendam dan kebencian; menjadi mengerucut hanya untuk menyelematkan dua orang yang selalu bersamanya, yakni Mikasa dan Armin.

Bagi Eren, membebaskan orang lain adalah kebebasan bagi dirinya, dan menyelamatkan orang yang dikasihinya dalam dunia yang tak suci dari kegetiran dan kejahatan, bencana dan malapetaka adalah sebuah takdir yang harus dijalaninya sebagai seorang manusia yang sedari awal telah dianggap bebas.

Dengan segala macam kekuatan yang ia miliki, beberapa kelompok menganggap Eren sebagai seorang yang korup. la dianggap mempunyai absolute power yang dipakainya untuk menghancurkan dan membunuh, alih-alih menggunakan kekuatannya demi mencari kemaslahatan.

Banyak pula yang mengaitkannya dengan kutipan terkenal Lord Acton; bahwa dirinya telah menjadi rusak karena kekuatan mutlak yang dimilikinya. Tapi, mereka tak mengerti, jika Eren selama ini hanya menjalankan takdir ironisnya yang sebetulnya ia juga enggan untuk menjalankannya.

Tapi apa daya, ketika ia telah mewarisi kekuatan Perintis, maka tidak ada pilihan lain bagi dirinya selain terus melangkah maju; sampai ia menemukan kebenaran sejati yang ia percayai. Eren memang memiliki kekuatan besar, ia juga manusia yang spesial; namun bukan berati dirinya sudah pasti seorang yang korup. Malahan, sosok Eren membawa sebuah argumentasi bahwa tidak ada yang mempunyai kekuatan mutlak di dunia ini karena kelemahan yang dimilikinya.

Kekuatan Titan Eren sudah jelas adalah kekuatan yang paling komplit. la mampu mengontrol guncangan dahsyat yang bisa meluluhlantahkan dunia, selain itu ia juga berada di dalam zona waktu yang non-linear. Tapi kekuatan itu semua bukan dikehendaki oleh dirinya sendiri, melainkan kekuatan-kekuatan itu hanya bisa dipakainya untuk menjaga timeline pasti yang telah termaktub di masa depan yang ia lihat.

Ketika ia mencium tangan Historia, ia melihat masa depannya; masa lalunya; dan juga masa di mana ia berada dalam waktu yang bersamaan.

Waktu menguncinya dalam sebuah alunan yang bertabrakan dalam satuan alur yang ia jalani. Sayangnya, keberadaannya dalam zona waktu yang non-linear itu membuatnya tidak bisa mengubah garis waktu yang telah pasti terjadi, karena jika ia mencoba untuk mengubahnya, maka masa depan yang ia lihat akan menjadi berantakan dan saling tak beraturan.

Oleh karena itu, ketika Titan Dina Fritz mencoba memakan Bertholdt pada penyerangan Distrik Shiganshina, demi menjaga timeline yang pasti itu, ia memindahkan Titan Dina Fritz melalui kekuatan Perintis untuk memakan ibunya, dan membiarkan Bertholdt hidup agar nanti kekuatannya bisa diwarisi oleh Armin.

Salah satu kelemahannnya adalah ia tidak bisa memanipulasi waktu atas kehendaknya, jika memang ia bisa melakukan itu maka tentunya ia akan memilih skenario lain ketimbang memutuskan untuk membunuh ibunya sendiri. Tapi ia tahu, kekuatan yang ia miliki sangat terbatas dan memiliki kekurangan; jika saja ia lebih memilih menyelamatkan Ibunya dan melanggar kepastian demi rasa kasihnya, maka sudah pasti garis waktu akan menjadi berantakan, dan Armin tidak akan menjadi penyelamat dunia seperti yang ia lihat di masa depan, serta takdir yang telah menanti dirinya, Mikasa, dan seluruh teman-teman yang dicintainya akan menjadi kesia-siaan belaka.

Eren mengerti, bahwa menghentingkan siklus kebencian manusia yang telah mandarah daging tidak semudah membalikan sebuah telapak tangan. la paham jika secara alamiah manusia adalah makhluk konfliktual yang terkekang di dalam sistem anarki; yang mana keniscayaan manusia ialah menjadi serigala bagi manusia lainnya. Tapi setidaknya, ia bisa mengakhiri rivalitas semu dan kutukan yang telah mengakar selama 2000 tahun lamanya antara Eldia dan Marley melalui Mikasa dan Armin hanya dengan satu kali melangkah.

Meski pada akhirnya jalannya itu akan menghancurkan 80 persen populasi umat manusia, serta tidak menyelesaikan permasalahan secara fundamental. Tapi setidaknya ia bisa menyelamatkan apa yang harus ia selamatkan.

Walau dunia pada akhirnya tidak akan terhindar dari konflik, serta perang akan terus terjadi, dan yang terburuk ialah Eren meninggalkan anak-anak dan cucu-cucu masyarakat Eldia di masa depan dalam himpitan dendam bangsa lain yang selamat dari amukan guncangan Eren. Namun, karena keterbatasan kekuatannya itu lah, setidaknya ia bisa membuat teman-temannya bisa hidup lebih lama, dan akhirnya mewujudkan impian kecilnya; yakni menciptakan dunia tanpa kehadiran Titan.

Pada akhirnya, Eren dengan segudang kekuatan yang dimilikinya tetaplah makhluk yang humanis; ia tak luput dari kekurangan dan kesalahan sama halnya seperti manusia biasa.

Dirinya memang spesial, tapi bukan yang terbaik; karena keputusan yang dipilihnya untuk menjaga kepastian di masa depan yang ia lihat tidak seluruhnya mencapai kemaslahatan dan perdamaian abadi untuk seluruh umat manusia. Malah, ia mungkin saja memberi malapetaka baru yang tak berujung bagi kehidupan manusia di masa yang akan datang.

Oleh karena itulah, kita sah-sah saja jika ingin mengutuk Eren karena tindakan egosentrik menghancurkan segalanya demi sebuah takdir yang ironis.

Namun yang perlu diingat, Eren memang tidak mampu menemukan kebebasan yang hakiki selama hidupnya di dunia meski telah membayar dengan harga mahal. Dengan pengorbannya menjadi penjahat perang dan kematiannya; Eren hanya mampu membebaskan teman-temannya untuk bisa hidup lebih lama dari dirinya, sedang ia tetap terkurung dalam lingkaran kebencian yang akan terus terpatri dalam ingatan umat manusia. Tapi meski demikian, Eren mungkin sudah tahu, pada akhirnya pilihannya ini akan membawanya menuju kebebasan sejati.

Karena pada hakikatnya, kebebasan yang ia cari mungkin tidak bisa ia temukan dalam kehidupan dunia yang sementara ini, melainkan kebebasan sejati itu hanya bisa ia dapatkan melalui kematian yang datang menjemputnya.

Penulis: Pikri Alamsyah