Kebencian terhadap Gabi Braun yang menjamur di kalangan fandom Attack on Titan akibat tingkah berandal serta aksi nekat hingga membunuh Sasha Blouse, akhirnya dijadikan sebagai satu alasan utama untuk menasbihkan Gabi menjadi salah satu karakter yang paling dibenci dalam semesta anime ini.
Tapi memilih untuk membencinya hanya dalam satu simpulan seperti argumen di atas tentunya sangat keliru dan tidak valid. Karena jika kita telisik lebih dalam, Gabi Braun ternyata hanyalah salah satu dari banyak korban manipulasi sejarah dan doktrin sampah dari otoritas Marley untuk mengeksploitasi kepolosan Gabi dan anak-anak lainnya demi kepentingan nasional Marley.
Gabi Braun sejak kecil mendapatkan doktrinasi dengan sejarah yang telah dimanipulasi melalui narasi dendam oleh bangsa Marley untuk menum- buhkan kebencian besar terhadap bangsa Eldia yang berada di Paradis. Hal itu dilakukan guna Gabi dan anak-anak Eldia lain sebagai keturunan Ymir yang diasingkan Marley di Kamp Liberio agar bersedia mewarisi kekuatan Titan Shifter yang ke depannya akan digunakan sebagai pejuang oleh pihak Marley yang bertujuan membinasakan bangsa Eldia yang berada di kepulauan Paradis.
Lalu apa konsekuensi apabila Gabi sedari kecil telah menolak doktrinasi tersebut?
Tentunya doktrinasi tersebut bagi Gabi sudah selayaknya wahyu dari Tuhan yang harus diamini dan wajib dipercayai oleh dirinya maupun bangsa Eldia lainnya yang terasingkan di Marley. Andai Gabi meno- lak dan memberontak terhadap doktrin tersebut, maka konsekuensinya ialah hukuman mati bagi dirinya dan seluruh keluarganya.
Karena ketakutan atas konsekuensi itu, maka doktrin yang berisikan narasi kebencian dan dendam kepada Bangsa Eldia yang berada di Paradis terpaksa ditelan mentah-mentah oleh Gabi tanpa mengetahui bahwa dirinya telah dikadali demi ketamakan Marley semata.
Sikap penuh dendam dari Gabi Braun yang diikuti dengan keinginan membunuh, pada akhirnya bukan diciptakan oleh dirinya sendiri, melainkan dikonstruksi oleh manipulasi fakta sejarah yang dibuat dari pihak Marley.
Kebencian Gabi terhadap bangsa Eldia di Paradis yang dianggapnya sebagai biang keladi kesengsaraan dan kepedihan yang dialami oleh dirinya maupun bangsa Eldia lainnya yang berada di Kamp Pengasingan Liberio, akhirnya membuat kondisi di mana Gabi terpaksa manut dan tunduk terhadap doktrin tersebut sehingga ia harus memilih satu-satunya jalan terjal dengan melanjutkan siklus kebencian demi keselamatan dirinya dan keluarganya.
Dari situ, ketimbang membenci Gabi Braun karena kondisi keterpaksaannya, lebih baik kita mencoba memahami sembari merefleksikan tentang bagaimana mengerikannya, andai otoritas negara seperti yang tergambarkan dalam perspektif Gabi Braun di serial Attack on Titan melakukan manipulasi sejarah kepada warganya demi kepentingan nasional suatu negara saja.
Membenci Gabi Braun karena sikap psikopatnya memang pilihan. Tapi alangkah lebih baik jika kita melihat sumber utama mengapa Gabi bisa sampai mempunyai sifat itu.
Eksploitasi Marley terhadap Gabi dan juga bangsa Eldia lain yang berada di kamp Liberio tidak hanya menggunakan kebijakan pemisahan yang mengebiri kelayakan hidup mereka saja. Tetapi juga melalui doktrinasi sejarah yang telah dimanipulasi demi menumbuhkan kebencian terhadap bangsa Eldia yang berada di Paradis.
Alih-alih memutus rantai kebencian itu dengan memberikan pemahaman yang faktual, Marley malah memanfaatkan ketidaktahuan dan ketakutan anak-anak seperti Gabi untuk dijadikan senjata penghancur bangsa Eldia yang dimiliki Marley.